Skip to main content
Sedang krisis atau berpikir untuk menyakiti diri sendiri? Kamu tidak sendirian. Cari layanan bantuan →

MEMIMPIN DIRI SENDIRI · PERCAYA DIRI

Percaya diri tanpa sombong

Percaya diri yang sejati lebih hening daripada yang orang kira. Wujudnya bukan punya semua jawaban, melainkan cukup mantap untuk berkata “aku belum tahu.” Inilah cara membangun percaya diri yang menumbuhkan kepercayaan, bukan menuntutnya.

Sekelompok gedung tinggi di sebuah kota

Photo by FilterGrade on Unsplash

Tips singkat

  • Katakan “aku belum tahu” tanpa gentar.
  • Serahkan pujian kepada timmu.
  • Bersuaralah, jangan meremehkan dirimu sendiri.

Bayangkan dua orang masuk ke rapat yang sama. Yang pertama bicara duluan, bicara paling keras, dan tak pernah tampak meragukan satu kata pun yang keluar. Yang kedua mendengarkan, mengajukan satu pertanyaan yang bagus, mengatakan dengan jelas apa yang ia pikirkan, dan mengakui satu hal yang belum ia yakini. Kebanyakan dari kita diajari membaca orang pertama sebagai percaya diri. Seiring waktu, bekerja berdampingan dengan keduanya, kamu belajar yang mana yang sebenarnya kamu percaya.

Percaya diri punya masalah reputasi. Kita cenderung membayangkannya sebagai volume dan kepastian, orang yang tak pernah gentar. Jadi saat seseorang khawatir "terlihat sombong," nasihat yang ia terima biasanya adalah meredam diri, mengambil lebih sedikit ruang, mengaburkan segalanya dengan keraguan. Itu solusi yang keliru. Lawan dari kesombongan bukan mengecil. Lawannya adalah percaya diri yang lebih mantap dan lebih berguna, yang tak membutuhkan penonton.

Keduanya bukan dua titik di garis yang sama

Kesalahan paling umum adalah memperlakukan percaya diri dan kesombongan sebagai hal yang sama, hanya beda kadar. Sedikit itu bagus, terlalu banyak tergelincir jadi sombong. Dengan logika itu kamu bermain aman dengan menjaga kadarnya tetap rendah.

Sebenarnya keduanya hal yang berbeda, mengarah ke arah yang berbeda. Percaya diri sebagian besar tentang dirimu dan pekerjaanmu: apakah aku yakin bisa memecahkan ini, dan apakah aku mau mencoba. Kesombongan sebagian besar tentang orang lain: aku lebih baik darimu, aku tak butuh masukanmu, aku tak boleh dipertanyakan. Yang satu membukamu. Yang lain menutupmu. Kamu bisa sangat percaya diri dan sepenuhnya rendah hati pada saat bersamaan, dan orang-orang terbaik yang pernah bekerja denganmu biasanya begitu.

Ada versi lain yang lebih hening dari kesalahan ini juga. Percaya diri mudah dipalsukan dan mudah dikira kompetensi. Psikolog bisnis Tomas Chamorro-Premuzic mengatakannya blak-blakan: kompetensi adalah seberapa bagus kamu sebenarnya dalam sesuatu, sedangkan percaya diri cuma seberapa bagus kamu mengira dirimu, dan keduanya tidak selalu berjalan bersama. Banyak orang terdengar yakin tapi keliru. Banyak orang cakap yang diam-diam mengira mereka penipu. Jadi orang yang paling nyaring di ruangan bukan taruhan yang aman, dan begitu pula anggapan bahwa keraguan dirimu sendiri berarti kamu tidak cukup baik.

Dari mana yang sejati itu berasal

Kalau percaya diri bukan kepribadian yang kamu terima begitu saja, dari mana asalnya? Psikolog Albert Bandura menghabiskan puluhan tahun pada gagasan yang erat kaitannya, yang ia sebut efikasi diri, yaitu keyakinanmu bahwa kamu benar-benar bisa melakukan suatu hal yang spesifik. Karyanya, yang dirangkum oleh American Psychological Association, menunjuk beberapa tempat keyakinan itu dibangun, dan tak satu pun adalah "memutuskan untuk merasa percaya diri."

Yang terbesar cuma melakukan hal-hal sulit dan selamat darinya. Setiap kali kamu mengambil sesuatu yang sedikit di luar kemampuanmu dan keluar di sisi lain, kamu mengumpulkan bukti. Melihat orang seperti kamu berhasil melakukannya juga membantu. Begitu pula dorongan jujur dari seseorang yang penilaiannya kamu percaya. Perhatikan apa yang hilang dari daftar itu: gertakan. Kamu tidak membujuk dirimu menuju percaya diri yang sejati. Kamu mengumpulkannya dalam repetisi kecil, dan alasan ia tak berubah jadi kesombongan adalah karena kamu ingat betapa baru saja kamu belum bisa melakukan hal itu.

Itulah tanda paling jelas antara keduanya. Kesombongan itu rapuh. Ia harus membela gambaran seseorang yang sudah tahu segalanya, jadi ia tak mampu menanggung pertanyaan, masukan, atau kesalahan. Percaya diri itu tahan lama. Ia bersandar pada "aku pernah memecahkan hal-hal sulit, dan aku bisa lagi," yang berarti ia tak rugi apa-apa dengan berkata "poin bagus, aku belum kepikiran itu."

Seperti apa wujudnya dalam praktik

Beda antara keduanya bukan perasaan. Ia muncul dalam perilaku kecil yang bisa diamati. Beberapa yang layak dilatih:

  • Katakan "aku tidak tahu" tanpa gentar. Lalu sebutkan apa yang akan kamu lakukan untuk mencari tahu. Mengakui batas pengetahuanmu terbaca sebagai rasa aman, bukan kelemahan, karena hanya orang yang nyaman dengan pijakannya yang bisa melakukannya dengan santai.
  • Mintalah masukan dan benar-benar gunakan. Kesombongan bertanya retoris, padahal sudah memutuskan. Percaya diri bertanya karena orang lain melihat hal-hal yang tak bisa kamu lihat, dan mengubah pikiranmu sebagai tanggapannya adalah kekuatan, bukan kemunduran.
  • Berilah pujian dengan murah hati. Saat kamu yakin akan nilai dirimu sendiri, kemenangan orang lain tak merugikanmu sedikit pun. Menimbun pujian hampir selalu tanda seseorang yang merasa lebih tidak aman daripada penampilannya.
  • Akui kesalahan dengan jelas. "Aku salah soal itu, ini yang aku ubah" adalah salah satu kalimat paling percaya diri yang bisa diucapkan seseorang, dan salah satu yang paling langka. Riset tentang para pemimpin menemukan bahwa mereka yang bisa mengakui kegagalan sering kali terkesan lebih benar-benar percaya diri, bukan kurang.
  • Pegang pandanganmu dan tetap terbuka sekaligus. Kamu bisa mengatakan persis apa yang kamu pikirkan dan tetap bersungguh-sungguh saat menanyakan apa yang dilihat semua orang lain. Keduanya tidak bertentangan. Perpaduan itulah sebagian besar dari apa yang kita maksud dengan orang yang mantap.

Tak satu pun dari ini menuntutmu jadi lebih nyaring. Kebanyakan justru lebih hening.

Saat masalahnya terlalu sedikit, bukan terlalu banyak

Banyak orang yang penuh pertimbangan membaca tulisan seperti ini lalu mengkhawatirkan ujung skala yang keliru. Mereka tidak berisiko jadi sombong. Mereka begitu hati-hati agar tidak terlihat besar kepala sampai meremehkan kemampuan nyata, diam di ruangan yang sebenarnya butuh pendapat mereka, dan membiarkan suara paling nyaring menang begitu saja.

Kalau itu kamu, menyembunyikan kompetensimu bukan kerendahan hati. Itu cuma ongkos yang ditanggung seluruh ruangan. Meremehkan apa yang kamu tahu tidak membuatmu lebih disukai, dan itu merampas bantuan yang orang butuhkan. Percaya diri yang hening tetap harus terdengar. Katakan saja. Ambil tugas yang sedikit menakutkanmu. Biarkan dirimu terlihat cakap. Kamu bisa melakukan semua itu dan tetap mendengarkan lebih keras daripada siapa pun, tetap memuji timmu, tetap mengubah pikiranmu. Itulah seluruh intinya, keduanya tak pernah berlawanan.

Sebuah catatan untuk hari-hari yang lebih berat

Ada beda antara kerendahan hati yang sehat dan suara yang memberitahumu bahwa kamu penipu apa pun yang kamu capai. Kebanyakan dari kita punya sedikit suara itu, dan asupan kemenangan-kemenangan kecil yang rutin meredamnya seiring waktu. Bagi sebagian orang, suara itu lebih nyaring dan lebih konstan, jenis keraguan diri tanpa henti yang merembes ke cara kamu tidur, cara kamu bekerja, dan cara kamu memperlakukan dirimu sendiri.

Kalau kritikus batinmu berhenti jadi sesekali dan mulai memegang kendali, itu bukan masalah percaya diri yang bisa kamu latih sampai sembuh sendirian, dan itu layak ditanggapi dengan serius. Membicarakannya dengan seorang terapis bukan pengakuan kegagalan. Itu salah satu langkah paling percaya diri yang ada, memilih mendapat dukungan yang sungguhan alih-alih menahannya sendirian. Tujuannya tak pernah merasa yakin sepanjang waktu. Tujuannya percaya bahwa kamu bisa menghadapi apa pun yang datang, dan membiarkan orang-orang di sekitarmu ikut memikulnya.

Sumber

Sebelum kamu pergi, sepatah kata soal perawatan

KEEP CALM menyediakan alat bantu diri edukatif yang gratis. Ini bukan nasihat medis, diagnosis, atau terapi, dan bukan pengganti perawatan profesional. Jika ada sesuatu di sini yang terasa lebih dari sekadar stres sehari-hari, menghubungi profesional adalah langkah yang kuat dan masuk akal.

If you are in crisis or thinking about harming yourself, you are not alone. In the US, call or text 988 (Suicide & Crisis Lifeline, 24/7), text HOME to 741741 (Crisis Text Line), or call 911 in an emergency.