Skip to main content
Sedang krisis atau berpikir untuk menyakiti diri sendiri? Kamu tidak sendirian. Cari layanan bantuan →

Kebiasaan Sehat

Mulai lebih kecil dari yang kamu kira

Kebanyakan niat baik mati karena kita membidik terlalu besar di hari pertama. Mengecilkan target sampai terasa nyaris konyol bukanlah rencana yang lebih lemah, justru itu yang benar-benar bertahan.

Roti lapis sarapan dengan kopi dan sebuah buku.

Photo by CARMELA LUSTRE on Unsplash

Tips singkat

  • Kecilkan kebiasaannya sampai terasa nyaris terlalu gampang.
  • Tautkan ke sesuatu yang sudah kamu lakukan tiap hari.
  • Bolong sehari, lalu tinggal mulai lagi besok.

Coba ingat terakhir kali kamu memutuskan mengubah sesuatu jadi lebih baik. Mungkin soal olahraga, atau minum lebih banyak air, atau tidur lebih awal. Besar kemungkinan rencananya ambisius. Satu jam di gym, lima hari seminggu. Rutinitas pagi yang sama sekali baru, mulai Senin.

Dan besar kemungkinan ia bertahan sekitar seminggu.

Ini bukan cacat karakter. Ini masalah rancangan. Kita cenderung meluncurkan kebiasaan baru dalam ukuran penuh, di atas gelombang motivasi, dan motivasi itu seperti pasang surut. Ia datang kuat lalu surut kembali. Saat ia surut, kebiasaan besar tak punya apa pun yang menopangnya. Maka ia runtuh, dan kita memutuskan kita kurang disiplin. Disiplin tak pernah jadi masalahnya. Ukuran langkah pertamalah yang jadi masalah.

Kenapa yang mungil berhasil

Ada penelitian nyata di balik nasihat sederhana untuk mulai dari kecil.

Kebiasaan terbentuk lewat pengulangan dalam suasana yang konsisten. Kamu melakukan hal kecil yang sama, di titik yang sama dalam harimu, berulang-ulang, sampai ia tak lagi menuntut keputusan dan mulai terasa otomatis. Sebuah studi yang banyak dikutip dari peneliti di University College London menemukan ini butuh waktu, rata-rata sekitar 66 hari bagi sebuah perilaku untuk menjadi otomatis, dengan rentang yang lebar tergantung orang dan kebiasaannya.

Dua temuan dari karya itu layak dipegang. Pertama, perilaku yang paling cepat jadi otomatis adalah yang sederhana. Minum segelas air masuk ke tempatnya jauh lebih cepat daripada melakukan 50 sit-up sebelum sarapan. Kedua, pengulangan di tahap awal paling berarti, dan bolong sehari tidak menggagalkan prosesnya. Para peneliti di baliknya, menulis untuk praktik kedokteran umum, menyampaikannya dengan lugas: pilih sesuatu yang kecil dan mudah, tautkan ke momen yang sudah kamu punya, dan biarkan pengulangan yang bekerja.

Jadi alasan untuk mulai mungil bukan sekadar "lembutlah pada dirimu", meski itu juga benar. Kebiasaan kecil lebih bisa diandalkan diulang, dan pengulangan yang andal adalah mesin perubahan yang sesungguhnya.

Kecilkan sampai nyaris lucu

Triknya adalah membuat versi pertama kebiasaan itu begitu kecil sampai sulit menolaknya.

  • "Lebih banyak olahraga" jadi "satu kali push-up", atau "memakai sepatu jalanku".
  • "Lebih banyak membaca" jadi "membaca satu halaman".
  • "Minum lebih banyak air" jadi "satu gelas saat sarapan".
  • "Bermeditasi" jadi "tiga tarikan napas pelan setelah aku duduk".

Ini kedengaran terlalu gampang untuk berarti. Justru itu intinya. Target yang tak bisa kamu gagalkan di hari yang buruk adalah target yang bertahan melewati hari-hari buruk. Dan hari-hari buruk justru saat kebiasaan biasanya patah.

Versi kecil itu melakukan dua tugas tenang. Ia menjaga rantainya tak putus, jadi kamu tetap menjadi orang yang melakukan hal ini. Dan ia membuatmu memulai, yang merupakan bagian tersulit. Kebanyakan hari, begitu sepatumu terpasang, kamu akan berjalan. Begitu bukunya terbuka, kamu akan membaca lebih dari sehalaman. Tapi di hari saat kamu enggan, versi mungil itu tetap dihitung, dan kamu sudah menjaga rentetannya tetap hidup.

Cara sederhana untuk menyiapkannya

  1. Pilih satu kebiasaan. Satu saja. Menumpuk tiga hal baru sekaligus adalah jebakan target besar yang menyamar.
  2. Kecilkan sampai terasa nyaris terlalu gampang untuk direpotkan. Kalau terasa sedikit konyol, berarti kamu benar.
  3. Tautkan ke sesuatu yang sudah kamu lakukan setiap hari. "Setelah aku menuang kopi pagi, aku minum vitaminku." Kebiasaan yang sudah ada jadi pengingatnya.
  4. Lakukan, dan biarkan terasa menyenangkan. Sedikit momen puas, bahkan cuma menyadari "selesai", membantunya berakar.
  5. Biarkan ia tumbuh dalam waktunya sendiri. Begitu versi mungilnya otomatis, ia cenderung membesar dengan sendirinya. Satu push-up jadi lima karena toh kamu sudah di bawah situ.

Dan saat kamu bolong sehari, dan itu akan terjadi, perlakukan sebagai satu hari yang terlewat, bukan kegagalan. Penelitiannya menenangkan di sini: satu kali terlewat tidak membatalkan kemajuanmu. Kamu tinggal mengangkatnya kembali besok. Orang yang sukses membangun kebiasaan bukanlah yang tak pernah bolong. Mereka adalah yang tak mengubah satu hari bolong jadi sepuluh.

Satu catatan jujur. Membangun kebiasaan yang lebih baik adalah hal yang nyata dan ampuh, tapi ia bukan obat untuk segalanya. Kalau kamu sedang bergulat dengan suasana hati yang murung, kecemasan, atau perasaan bahwa kamu sama sekali tak bisa menggerakkan dirimu untuk melakukan apa pun, itu layak ditanggapi serius dan dibicarakan dengan dokter atau terapis. Kadang langkah yang paling baik hati dan paling cerdas bukanlah kebiasaan yang lebih kecil. Tapi mengulurkan tangan minta dukungan.

Namun untuk urusan sehari-hari menjadi sedikit lebih sehat, langkahnya hampir selalu sama. Buatlah lebih kecil dari yang terasa masuk akal. Lebih kecil dari itu. Lalu mulai.

Sumber

Sebelum kamu pergi, sepatah kata soal perawatan

KEEP CALM menyediakan alat bantu diri edukatif yang gratis. Ini bukan nasihat medis, diagnosis, atau terapi, dan bukan pengganti perawatan profesional. Jika ada sesuatu di sini yang terasa lebih dari sekadar stres sehari-hari, menghubungi profesional adalah langkah yang kuat dan masuk akal.

If you are in crisis or thinking about harming yourself, you are not alone. In the US, call or text 988 (Suicide & Crisis Lifeline, 24/7), text HOME to 741741 (Crisis Text Line), or call 911 in an emergency.