Skip to main content
Sedang krisis atau berpikir untuk menyakiti diri sendiri? Kamu tidak sendirian. Cari layanan bantuan →

HUBUNGAN · MELEPASKAN

Membangun kembali hidupmu setelah perceraian

Perceraian mengakhiri sebuah pernikahan, dan juga mengakhiri versi masa depan yang selama ini kamu andalkan. Ini cara berduka atas yang telah hilang, menstabilkan diri saat segalanya terasa asing, dan perlahan membangun hidup yang benar-benar milikmu.

Dua perempuan sedang melihat peta bersama.

Photo by Vitaly Gariev on Unsplash

Tips singkat

  • Pertahankan kerangka membosankan dari harimu.
  • Ceritakan kebenaran jujur pada satu teman hari ini.
  • Ambil lagi hal yang dijatuhkan oleh pernikahan.

Beberapa pagi, bagian tersulitnya adalah keheningan. Sisi ranjang yang satunya, sikat gigi kedua yang tak lagi ada, kopi yang dulu kamu buat untuk berdua. Bahkan saat pergi adalah keputusan yang tepat, bahkan saat kamu sendiri yang ingin keluar, kebiasaan sehari-hari menjadi sendirian bisa membuatmu lengah. Kamu menandatangani surat untuk mengakhiri sebuah pernikahan. Yang tak diberitahukan siapa pun padamu adalah betapa banyak hal lain yang ikut berakhir bersamanya: kalender bersama, lelucon dalam, rencana yang sudah setengah kamu bangun untuk tiga puluh tahun ke depan.

Nyeri itu punya nama, dan namanya bukan kelemahan. Namanya duka.

Kenapa terasa seperti kematian padahal tak ada yang meninggal

Duka tak cuma untuk pemakaman. Cleveland Clinic menyampaikannya dengan jelas: duka bisa mengikuti peristiwa apa pun yang mengusik rasa normalmu atau rasa tentang siapa dirimu, dan perceraian ada di daftar itu bersama kehilangan pekerjaan dan penyakit. Kamu bukan berduka atas seseorang. Kamu berduka atas sebuah masa depan. Hari raya yang kamu bayangkan, peran yang kamu mainkan, cara kamu memahami hidupmu sendiri. Semuanya harus ditulis ulang, dan itu kehilangan yang nyata, entah ada atau tidak orang yang akan mengirimkanmu kartu belasungkawa.

Yang membuat duka perceraian sangat aneh adalah betapa kusutnya ia. Kamu bisa merasakan kelegaan yang tulus dan kepedihan yang dalam dalam satu jam yang sama. Kamu bisa marah pada seseorang dan merindukannya pada saat yang sama. Kamu mungkin berduka atas pernikahan yang, menjelang akhirnya, kebanyakan menyakitkan. Tak satu pun dari itu adalah kontradiksi yang harus dibereskan. Itu cuma rasanya kehilangan sesuatu yang rumit.

Tubuh pun ikut mencatat. Duka adalah pemicu stres yang berat, dan ia bisa muncul secara fisik: susah tidur, sakit kepala, perut yang tak kunjung tenang, kelelahan yang tak tersentuh seberapa pun banyaknya istirahat, jadi lebih sering sakit dari biasanya. Kalau kamu merasa loyo dan kalut, kamu bukan sedang hancur berkeping. Kamu sedang memikul beban.

Biarkan masa awal itu berantakan

Minggu-minggu dan bulan-bulan awal bukan waktunya membuktikan apa pun. Mental Health America, dalam panduannya soal perpisahan dan perceraian, menyampaikan satu hal yang patut kamu pegang: wajar merasa sedih, marah, lelah, frustrasi, dan bingung, dan perasaan-perasaan itu bisa terasa hebat. Izinkan dirimu berfungsi dengan kapasitas yang berkurang untuk sementara. Kamu sedang menyembuhkan diri. Itu menyita energi yang seharusnya kamu pakai untuk hal lain.

Beberapa hal membantu lebih banyak daripada yang terdengar:

  • Pertahankan kerangka membosankan dari harimu. Bangun di sekitar jam yang sama, makan makanan yang sungguhan, gerakkan tubuhmu walau sedikit. Rutinitas tak akan menyembuhkan duka, tapi ia memberimu pijakan yang stabil saat semua yang lain bergoyang.
  • Jangan meraih alkohol, rokok, atau apa pun yang lain sebagai cara mematikan perasaan. Itu mempan untuk satu malam dan membayarnya keesokan pagi, dan cenderung memperdalam lubang yang sedang coba kamu panjat.
  • Saat percakapan dengan mantanmu mulai berubah jadi pertengkaran, kamu boleh berhenti. "Kita lanjutkan ini nanti" adalah kalimat yang utuh. Melindungi ketenanganmu bukan menghindar.
  • Pilih satu hal kecil yang murni milikmu. Jalan kaki yang kamu lakukan sendirian, tontonan yang tak dipilih siapa pun selain kamu, makanan yang benar-benar kamu suka. Merebut kembali wilayah kecil adalah cara sebuah hidup mulai terasa milikmu lagi.

Kesepiannya nyata, dan ia membohongimu

Kesepian setelah perceraian bukan cuma soal merindukan mantanmu. Itu kehilangan seluruh bentuk sosial: teman-teman pasangan, keluarga yang kamu masuki lewat pernikahan, orang yang sekadar ada di ruangan sebelah. Saat itu menipis, rasa atas nilai dirimu sendiri bisa ikut menurun. Itu bagian yang harus diwaspadai, karena kesepian menceritakan sebuah kisah padamu (bahwa kamu beban, bahwa lebih baik kamu tak merepotkan siapa pun) dan kisah itu hampir selalu keliru.

Langkah yang berlawanan dengan naluri adalah tetap menjangkau, justru di hari-hari saat kamu paling tak ingin. Ceritakan pada satu teman kebenaran jujur soal keadaanmu. Iyakan undangan yang lebih ingin kamu tolak. Membicarakan perasaanmu, dengan orang-orang yang membiarkanmu mengatakannya sebanyak yang kamu perlu, adalah salah satu cara paling andal duka melonggarkan cengkeramannya. Kelompok dukungan berisi orang-orang yang menjalani hal yang sama bisa melakukan sesuatu yang tak bisa dilakukan teman, yaitu mengingatkanmu bahwa semua ini tak membuatmu aneh.

Mencari tahu siapa dirimu sekarang

Di suatu titik, pertanyaannya bergeser. Bukan lagi "bagaimana aku bertahan dari ini" tapi lebih ke "siapa aku saat aku bukan separuh dari pasangan itu". Bagi banyak orang, ini bagian dari perceraian yang diam-diam penuh harapan, walau awalnya tak terasa begitu.

Mulailah dari benang-benang yang terjatuh. Biasanya ada sesuatu yang kamu letakkan selama pernikahan. Sebuah hobi, sebuah persahabatan, jenis musik, cara kamu dulu menghabiskan hari Sabtu. Ambil satu lagi, bukan karena itu akan memperbaiki segalanya tapi karena itu mengingatkanmu bahwa kamu sudah ada sebelum hubungan ini dan akan tetap ada sesudahnya.

Lalu izinkan dirimu menambahkan sesuatu yang benar-benar baru. Sebuah kelas, giliran kerja sukarela, keterampilan yang selalu ingin kamu pelajari. Intinya bukan memperbaiki diri. Intinya, melakukan satu hal asing sendirian membangun satu kepingan kecil yang nyata sebagai bukti bahwa kamu bisa. Kepingan-kepingan itu bertumpuk lebih cepat dari yang kamu kira.

Bersikaplah lembut pada refleks membanding-bandingkan. Seseorang yang kamu kenal menikah lagi dalam setahun dan yang lain masih bergulat setelah tiga tahun, dan keduanya tak mengatakan apa pun soal jadwal waktumu. Sembuh dari perceraian tak berjalan menurut jadwal, dan "tertinggal" bukan tempat yang nyata.

Kalau anak-anak menyaksikan

Kalau kamu mengasuh anak bersama, kamu sedang berduka sekaligus menstabilkan manusia-manusia kecil melewati duka mereka sendiri pada saat yang sama, dan itu banyak sekali untuk diminta dari satu orang. Kamu tak harus selalu baik-baik saja demi mereka. Yang paling membantu anak bukanlah orang tua yang berpura-pura tak terjadi apa-apa. Tapi orang tua yang pada dasarnya stabil, menjaga rumah tetap tenang, dan melindungi mereka dari terjebak di tengah-tengah. Jauhkan konflik dari mereka. Biarkan mereka mencintai kedua orang tua dengan lantang. Dan jagalah dirimu demi mereka sama besarnya seperti demi dirimu sendiri, karena kestabilanmu adalah hal yang mereka pinjam.

Kapan mendatangkan bantuan sungguhan

Duka dari perceraian seharusnya mereda seiring waktu, walau jalannya tak lurus. Menjangkau bantuan bukan tanda kamu menanganinya dengan buruk. Sering kali justru itulah langkah berikutnya.

Layak bicara dengan dokter atau terapis kalau rasa berat itu sama sekali tak mengangkat setelah beberapa bulan, kalau kamu tak bisa melewati hari-hari biasa, kalau kamu tidur jauh terlalu banyak atau nyaris tidak sama sekali, kalau kamu bersandar pada alkohol atau apa pun untuk bertahan, atau kalau kamu kehilangan minat pada hal-hal yang dulu berarti dan rasa hambar itu tak mau beranjak. Terapis yang baik tak akan bilang perceraian itu sebuah kegagalan atau menyodorkanmu jadwal waktu. Mereka akan membantumu memikul duka dan perlahan menumpukan kembali beban di atas kakimu sendiri.

Dan kalau suatu saat kamu sampai ke titik di mana rasa sakitnya terasa terlalu berat untuk dipikul, atau kamu mulai punya pikiran tak ingin lagi berada di sini, tolong perlakukan itu sebagai alasan untuk menjangkau sekarang juga, bukan nanti. Bicaralah pada seseorang malam ini. Ada orang-orang yang ingin membantumu melewati ini, dan kamu tak harus mati-matian menahannya sendirian.

Kamu tak akan selamanya merasa seperti yang kamu rasakan hari ini. Sisi ranjang yang kosong berhenti jadi hal pertama yang kamu sadari. Keheningan itu, pada akhirnya, mulai terasa kurang seperti ketiadaan dan lebih seperti ruang.

Sumber

Sebelum kamu pergi, sepatah kata soal perawatan

KEEP CALM menyediakan alat bantu diri edukatif yang gratis. Ini bukan nasihat medis, diagnosis, atau terapi, dan bukan pengganti perawatan profesional. Jika ada sesuatu di sini yang terasa lebih dari sekadar stres sehari-hari, menghubungi profesional adalah langkah yang kuat dan masuk akal.

If you are in crisis or thinking about harming yourself, you are not alone. In the US, call or text 988 (Suicide & Crisis Lifeline, 24/7), text HOME to 741741 (Crisis Text Line), or call 911 in an emergency.