Skip to main content
Sedang krisis atau berpikir untuk menyakiti diri sendiri? Kamu tidak sendirian. Cari layanan bantuan →

HUBUNGAN · BATASAN

Memasang batasan dengan mertua tanpa menimbulkan keretakan

Kamu bisa meminta lebih banyak ruang, lebih sedikit kunjungan mendadak, atau lebih sedikit nasihat, dan tetap menjaga kedamaian. Kuncinya bukan soal kalimat yang sempurna, melainkan soal siapa yang menyampaikannya, seberapa mantap, dan apa yang sudah kamu dan pasanganmu sepakati lebih dulu.

Perempuan dengan mata terpejam memeluk dirinya sendiri di hutan

Photo by Hanna Lazar on Unsplash

Tips singkat

  • Sepakati dulu dengan pasanganmu secara tertutup.
  • Biarkan yang merupakan anak dari orang tuanya yang bicara.
  • Sertakan setiap penolakan dengan persetujuan yang hangat.

Ada satu jenis kecemasan tersendiri yang muncul menjelang sebuah kunjungan. Bahumu menegang naik ke arah telinga. Kamu mulai melatih jawaban untuk pertanyaan yang bahkan belum ditanyakan siapa pun. Mungkin itu kunjungan dadakan tanpa kabar, komentar soal caramu membesarkan anak, atau cara rencana hari raya yang kamu kira sudah final diam-diam ditulis ulang. Tidak ada yang cukup dramatis untuk disebut krisis. Hanya saja, ia perlahan menggerus kamu, minggu demi minggu.

Banyak orang membaca perasaan itu sebagai bukti bahwa mereka yang terlalu rewel. Bukan. Yang biasanya kurang bukanlah kesabaran. Melainkan sebuah batasan.

Batasan punya reputasi buruk karena katanya terdengar seperti tembok. Padahal bukan. Seorang pekerja sosial di Cleveland Clinic mengatakannya dengan sederhana: batasan adalah kerangka yang kamu tetapkan tentang bagaimana kamu ingin diperlakukan dan bagaimana kamu memperlakukan orang lain. Hanya itu. Dengan mertua, batasan bukan hukuman atau vonis tentang apakah mereka orang baik. Itu sebuah informasi. Inilah yang cocok untuk kami. Inilah yang tidak.

Kenapa mertua secara khusus terasa sulit

Dengan orang tuamu sendiri, kamu sudah punya pengalaman puluhan tahun. Kamu hafal iramanya, kamu sudah pernah bertengkar, dan ada fondasi kasih sayang di bawahnya yang sanggup menyerap kata yang ceplas-ceplos. Mertua berbeda. Kamu mewarisi hubungan itu, bukan tumbuh di dalamnya, dan aturannya sudah ditulis jauh sebelum kamu datang. Apa yang bagi pasanganmu terasa sebagai kepedulian yang hangat bisa terasa sebagai gangguan bagimu. Apa yang bagimu terasa sebagai kemandirian biasa bisa terdengar dingin bagi mereka.

Di balik banyak ketegangan dengan mertua ada satu pertanyaan diam soal kesetiaan. Saat kamu menikah atau berpasangan, orang tua pasanganmu sering merasakan adanya pergeseran, dan begitu juga kamu. Semua orang sedang mencoba memahami siapa yang kini didahulukan dan apa artinya. Gesekan itu bukan bukti bahwa ada yang jadi penjahat. Biasanya itu dua rumah tangga dengan kebiasaan berbeda yang saling bersinggungan, dengan hubunganmu terjepit di tengah.

Posisi di tengah itulah seluruh inti permainannya. Salah melangkah, dan setiap perselisihan jadi kamu lawan mereka, dengan pasanganmu terjebak harus memilih. Tepat melangkah, dan kalian berdua menghadapi situasi itu bersama-sama.

Putuskan bersama sebelum kamu mengucapkan apa pun

Inilah langkah yang sering dilewati orang, dan inilah yang mencegah sebagian besar keretakan. Sebelum satu kata pun sampai ke mertuamu, kamu dan pasanganmu harus seia sekata lebih dulu, secara tertutup.

Duduklah berdua saat suasana tenang, bukan di tengah Minggu yang tegang. Bahas apa yang sebenarnya mengganggu kalian masing-masing dan apa yang masing-masing ingin diubah. Kalian tidak akan menginginkan hal yang sama persis, dan itu tidak apa-apa. Tujuannya adalah satu sikap bersama yang bisa kalian berdua dukung. Kalau pasanganmu belum sepenuhnya setuju, teruslah bicara sampai kalian menemukan versi yang bisa kalian berdua dukung. Batasan yang hanya dipercayai salah satu dari kalian akan runtuh pada pertama kali diuji.

Satu aturan sederhana sangat membantu: pasangan yang merupakan keluarganya sendirilah yang biasanya bicara. Kalau ibumu yang datang tanpa kabar, kamu yang menyampaikannya ke beliau, bukan pasanganmu. Kalau ayah mertuamu, pasanganmu yang memimpin. Orang jauh lebih bisa menerima pesan yang berat dari anak mereka sendiri ketimbang dari menantu yang masih mereka timbang-timbang. Cara ini juga menjaga hubunganmu tetap di luar tembak-menembak, karena tidak ada yang bisa membingkainya sebagai si pendatang yang cari gara-gara.

Menyampaikannya tanpa menyulut sumbu

Saat tiba waktunya benar-benar bicara, ada beberapa hal yang membedakan antara sebuah batasan dan sebuah pertengkaran.

Mulailah dari hubungannya, bukan dari keluhannya. "Kami senang kalian ada dalam hidup anak-anak, dan kami ingin itu terus tumbuh" adalah hal yang benar dan layak diucapkan sebelum bagian yang lebih sulit. Lalu jadilah spesifik dan ramah dalam satu tarikan napas yang sama. Sindiran samar akan diabaikan. Ultimatum yang keras akan diingat bertahun-tahun.

  • Sampaikan dengan kata-kata yang lugas. "Kami senang kalau dikabari dulu sebelum datang, walau cuma pesan satu jam sebelumnya." Bukan "orang seharusnya menelepon dulu."
  • Pakai "aku" dan "kami," bukan "kamu." "Kami butuh waktu malam kami untuk menenangkan anak-anak" terasa lebih lembut daripada "kalian terlalu lama berkunjung." Yang pertama menggambarkan kebutuhanmu. Yang kedua terasa seperti serangan.
  • Tawarkan "iya" bersama "tidak." Penolakan yang menyertakan pintu lebih mudah diterima. "Hari Minggu sudah tidak cocok lagi buat kami, tapi kami senang kalau bisa makan malam rutin tiap Kamis" memberi mereka sesuatu, bukan sekadar mengambil sesuatu.
  • Ringkas saja. Penjelasan berlebihan mengundang perdebatan. Kamu tidak berutang pembelaan hukum lima poin tentang kenapa kamu butuh privasi di rumahmu sendiri.
  • Lepaskan permintaan maafnya. Kamu bisa tetap hangat tanpa minta maaf karena punya batasan. Mayo Clinic Health System menegaskan bahwa kamu tidak bertanggung jawab mengurus perasaan orang lain tentang batasanmu, dan belajar berkata tidak dengan ramah adalah bagian dari menjaga kesejahteraanmu sendiri.

Perhatikan, kamu tidak sedang meminta izin. Kamu sedang membagikan, dengan lembut, sebuah keputusan yang sudah kalian berdua ambil. Perbedaan itu terasa bahkan ketika tidak diucapkan.

Saat mereka menolak

Bisa saja. Sebuah batasan yang belum pernah ada sebelumnya bisa terasa, bagi orang lain, seperti pintu yang menutup. Bersiaplah menghadapi versi tertentu dari perasaan tersinggung, upaya membuatmu merasa bersalah, atau penolakan mentah-mentah untuk menanggapinya serius. Inilah saat sebagian besar batasan mati diam-diam, karena ketidaknyamanannya terasa seperti bukti bahwa kamu melakukan sesuatu yang salah.

Tidak. Penolakan tidak sama dengan kesalahan.

Langkah yang berguna di sini adalah menjaga batasan dengan hangat dan mengulanginya tanpa meninggikan suara. Kamu tidak harus memenangkan perdebatan atau mengubah pikiran siapa pun. Kamu cukup tetap konsisten. Kalau ibu mertuamu tetap datang tanpa kabar setelah kamu minta dikabari dulu, kamu bisa menyambutnya dengan ramah dan tetap berkata, "Kami tidak menyangka ada tamu hari ini, jadi kami cuma bisa menemani sebentar." Lalu kamu benar-benar membuatnya singkat. Panduan HelpGuide soal batasan yang sehat menyatakannya dengan jelas: sebuah batasan baru berarti kalau kamu benar-benar menjalankannya. Disampaikan sekali lalu ditinggalkan, ia mengajari orang bahwa batasanmu bisa ditawar. Dijaga dengan tenang beberapa kali, ia perlahan menjadi kelaziman yang baru.

Sepanjang semua ini, kamu dan pasanganmu tetap satu tim. Jangan memihak mertua demi menjaga kedamaian sesaat. Jangan biarkan pasanganmu membela sebuah batasan kepada orang tuanya sendiri seorang diri. Kalau salah satu dari kalian goyah, yang lain menegakkan garisnya. Anggota keluarga sering kali menguji tepat di mana letak jahitan di antara kalian berdua. Jawaban yang paling kuat adalah bahwa tidak ada jahitan itu.

Sisakan kehangatan dalam campurannya

Begitu kamu masuk ke mode batasan, gampang sekali membiarkan setiap interaksi berubah jadi negosiasi. Jangan. Batasan paling berfungsi saat dikelilingi oleh kedekatan yang tulus, bukan sebagai gantinya. Teruslah mengundang mereka ke hal-hal yang memang kamu ingin mereka hadiri. Jaga kasih sayangnya tetap nyata. Makin jelas dan makin ramah batasanmu, makin bisa momen-momen baik benar-benar terasa baik, karena kamu tidak lagi menahan napas saat menjalaninya.

Sebagian besar hubungan dengan mertua tidak perlu diubah total. Mereka cuma butuh beberapa batas yang jelas dan banyak niat baik yang berkelanjutan. Seiring waktu, pendekatan yang tegas-tapi-hangat cenderung membereskan keadaan dengan cara yang tidak pernah bisa dicapai oleh menghindar terus-menerus. Hubungannya jadi lebih tenang karena akhirnya semua orang tahu posisi masing-masing.

Saat ini lebih dari sekadar gesekan

Ada bedanya antara mertua yang kelewatan dan situasi yang benar-benar merugikanmu. Kalau dinamikanya melibatkan penghinaan, manipulasi yang menggerus kamu, atau tekanan yang merusak kesehatan mentalmu atau hubunganmu, memasang batasan dengan cara biasa mungkin tidak cukup dengan sendirinya, dan kamu tidak seharusnya membereskannya sendirian. Terapis pasangan bisa membantu kamu dan pasanganmu sejalan dan menemukan kata-kata yang pas untuk keluargamu yang spesifik. Terapis individu bisa membantu kalau stresnya mengikutimu sampai ke rumah dan masuk ke tidurmu, suasana hatimu, atau cara pandangmu terhadap dirimu sendiri.

Mencari bantuan semacam itu bukan tanda bahwa kamu gagal mengurus keluargamu sendiri. Sebagian simpul lebih mudah diurai dengan sepasang tangan lain. Menginginkan kedamaian di rumahmu sudah jadi alasan yang cukup untuk memintanya.

Sumber

Sebelum kamu pergi, sepatah kata soal perawatan

KEEP CALM menyediakan alat bantu diri edukatif yang gratis. Ini bukan nasihat medis, diagnosis, atau terapi, dan bukan pengganti perawatan profesional. Jika ada sesuatu di sini yang terasa lebih dari sekadar stres sehari-hari, menghubungi profesional adalah langkah yang kuat dan masuk akal.

If you are in crisis or thinking about harming yourself, you are not alone. In the US, call or text 988 (Suicide & Crisis Lifeline, 24/7), text HOME to 741741 (Crisis Text Line), or call 911 in an emergency.